My Page Views

Sunday, April 10, 2011

Cara Meningkatkan Keterbatasan


Waktu dalam hidup itu harus dipakai sedemikian rupa sehingga setiap hari kita dapat mencapai sesuatu yang baik. Ada orang yang berdalih bahwa waktu yang ada ini tidaklah cukup untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tetapi apakah benar 24 jam sehari adalah waktu yang sedikit, sehingga kita tidak punya waktu untuk hal-hal penting lainnya, seperti menjalin hubungan dengan Tuhan atau dengan orang terdekat kita?
Ada tiga langkah yang dapat kita lakukan jika kita mau membuat jadwal yang baik:
1. Urutkan prioritas.
Jika semua kegiatan harus dilakukan pada hari ini tentu waktu tidak akan cukup, jadi buatlah pilihan. Apa yang memang penting dan apa yang tidak penting. Apa yang memang bersinggungan dengan arah hidup kita, itulah yang kita prioritaskan. Orang yang sudah berkeluarga harus memprioritaskan keluarganya, dan bukan pekerjaannya. Seorang pekerja wajib memprioritaskan pekerjaannya dan bukan hobinya, kecuali jika pekerjaannya adalah hobinya juga. Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi (Ams. 12:11)

2. Ringankan pendirian kita.
Kadang kita sudah membuat jadwal tetapi ada saja hal-hal lain yang tiba-tiba menginterupsi untuk dilakukan. Jangan terlalu terkekang dengan jadwal tersebut, sebab tidak selalu semua kegiatan dalam daftar harus dikerjakan. Tidak ada yang memaksa kita untuk melakukannya, dan kita juga tidak akan kehilangan nyawa jika kita tidak melakukannya. Janganlah kita stress karena beban yang kita paksakan sendiri. Cobalah untuk tidak terlalu kuatir jika dalam jadwal ada hal-hal yang tidak sempat dikerjakan, sebab hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang (Ams. 17:22)

3. Percaya pada Tuhan.
Saat keadaan mulai tidak terkendali, percayalah pada Tuhan seperti yang Daud lakukan dalam 1Sam. 30:6 “Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu… Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.”

Stress adalah pertanda bahwa kita mulai mengandalkan kekuatan kita sendiri, atau melihat kepada permasalahan kita dari sudut pandang kita yang terbatas. Penyebab terbesar stress adalah karena kita terlalu serius sama diri sendiri dan kita tidak serius dengan Tuhan.
http://www.terangdunia.com

Jangan Mengeluh, Bersyukurlah


Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-Hari, tetapi seringkali Kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya.

Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat.

"BosKu kelewatan.. masa sudah jam 6 saya masih disuruh lembur, sekalian saja suruh saya nginap di kantor!"

"Kerjaan saya ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan 'job-des' saya"

"Anak buah saya memang bego, disuruh apa-apa salah melulu."

Kita semua pernah melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya.Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya.

Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh.

Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan. Dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana?

Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur. Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan pasti ada hal yang dapat kita syukuri.

Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia? Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan.

Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan.

Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.

Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.

Cobalah untuk melakukan beberapa hal berikut ini:
1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.

2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka Mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.

3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.

Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri.


"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tesalonika 5:18)

40 Fakta Tentang Cinta dari Alkitab


01. Cinta adalah pencipta keindahan terhebat. (1Tim. 2:9-10)
02. Cinta adalah suatu wujud keinginan; dalam niat dan tindakan. (1Yoh. 3:18)
03. Cinta harus menjadi dasar dari segala sesuatu. (1Kor. 13:3)
04. Rumus untuk mencapai hubungan yang sukses: Perlakukan semua bencana seperti masalah sepele, tetapi jangan pernah memperlakukan masalah sepele seperti sebuah bencana. (Flp. 4:5)
05. Tidak ada yang dapat mengimbangi besarnya nilai kenangan bersama: kenangan melalui masa sulit bersama. (2Tim. 1:2-3)
06. Kita dapat menjaga kehidupan cinta kita bila menjadikannya sebagai prioritas dalam kehidupan kita. (Kid. 4:16)
07. Cinta selalu percaya akan adanya mukjizat. (Rm. 8:28)
08. Cinta membuat segala sesuatu menjadi ringan. (Mat. 11:28)
09. Ketika cinta harus menanggung sesuatu, ia tidak akan dianggap sebagai beban. (Mat. 11:30)
10. Cinta memberikan segala-galanya dengan tidak mengharapkan balasan. (Yoh. 3:16)
11. Cinta kekanak-kanakan berkata: "Aku mencintaimu karena aku membutuhkanmu." Cinta dewasa berkata: "Aku membutuhkanmu karena aku mecintaimu." (1Yoh. 3:16)
12. Cinta memang benar seperti yang terdengar, terlihat, tertulis, dan dibicarakan banyak orang. Cinta patut diperjuangkan dengan mempertaruhkan semua yang ada untuk mendapatkannya. (1Yoh. 3:1)
13. Cinta adalah suatu pencarian. (Gal. 5:14)
14. Kebiasaan terlihat indah di dalam cinta. (2Kor. 8:12)
15. Keuntungan cinta pada pandangan pertama adalah memperlambat pandangan yang kedua. (Rm. 5:8)
16. Cinta adalah satu-satunya gairah yang memasukkan kebahagiaan orang lain dalam mimpinya. (Yoh. 14:1-3)
17. Cinta adalah satu-satunya usaha yang sangat boros:meskipun cinta itu diberikan, dibuang, disebarkan, dikosongkan dari perbendaharaan anda, anda akan memiliki lebih banyak dari semula. (Luk. 6:38)
18. Untuk mencintai seseorang, kita hanya dapat megharapkan kebaikan baginya. (1Kor. 10:24)
19. Cinta mengubah semua hati yang keras menjadi lembut. (Rm. 8:6)
20. Kebersamaan menguatkan cinta. (Fil. 1:7)
21. Ketidakhadiran mempertajam cinta. (2Tim. 1:4)
22. Cinta adalah apa yang telah kita alami bersama dengan seseorang. (Kis. 20:31-32)
23. Hargailah kebajikannya. Jangan terlalu melihat kesalahan-kesalahannya. (Kid. 5:16)
24. Bagaimana aku dapat mencintaimu? Izinkan aku melakukan banyak hal untuk menunjukkan cintaku. (Hos. 3:1)
25. Pembicaraan intim dengan pasangan dapat meringankan beban perjalanan yang penuh dengan tantangan. (Kid. 4:1)
26. Pertahankan hal-hal yang sudah disetujui bersama dan rundingkan hal-hal yang dapat dikompromikan. (Flp. 2:4)
27. Cinta bukan hanya saling memandang satu sama lain, namun bersama-sama melihat pada satu tujuan. (Kis. 2:44-45)
28. Cinta memenuhi dan menyelesaikan banyak hal ketika salah satu dari pasangan tidak berdaya dan tidak berpengharapan. (Pkh. 4:10)
29. Tidak ada satu bagianpun yang ada padamu yang tidak aku ketahui, tidak kuingat, dan tidak kuinginkan.(Kid 5:2)
30. Tiada hubungan yang tidak bermasalah. (Pkh. 7:29)
31. Cinta berani mengambil risiko untuk melihat impian pasangan anda menjadi kenyataan. (1Ptr. 3:6)
32. Kita dapat memberi tanpa mengasihi, tetapi kita tidak dapat mengasihi tanpa memberi. (Ams. 20:22)
33. Cinta memerintah tanpa pedang. Cinta mengikat tanpa tali. (2Kor. 3:17)
34. Anda tidak bisa membuat saya berduka bila saya memiliki cinta. (Rm. 8:1-2)
35. Tidak ada yang kalah atau menang dalam suatu konflik, tetapi itu akan menjadi terobosan baru menuju pengertian yang lebih baik satu sama lain. (Rm. 13:10)
36. "Aku mencintaimu". Itu berarti: "kamu, kamu,kamu dan hanya kamu seorang." (1Ptr. 3:7)
37. Pernikahan bagaikan proses pembedahan karena sifat ingin dipuji dari seorang wanita dan sifat mementingkan diri sendiri dari seorang pria diambil tanpa memakai obat bius. (1Kor. 13:5)
38. Pernikahan adalah petualangan menuju keintiman, sedangkan keintiman adalah keterbukaan seseorang terhadap yang lain. (Rm. 12:9)
39. Tujuan pernikahan bukan untuk mempunyai pikiran yang sama, tetapi bagaimana supaya berpikir secara bersama-sama. (Ef. 4:3)
40. Pernikahan yang sukses membutuhkan jatuh cinta berulang kali kepada orang yang sama. (1Ptr. 1:22)

Ada dua jenis cinta. Cinta yang didasari oleh Firman Tuhan dan cinta yang didasari oleh hawa nafsu, pikiran sendiri. Cinta yang benar adalah cinta yang selalu memberi kasih dan saling berbagi tanpa syarat. Ketika seseorang semakin dewasa dalam Tuhan, otomatis cinta yang dia berikan pada pasangannya, adalah cinta yang murni, karena dia memiliki pikiran Kristus; di mana, harus ada kebenaran dan kekudusan hidup! Jadi cintailah cinta dengan benar, jangan merusaknya dengan hawa nafsu.

Sepuluh Prinsip Tuhan untuk Pernikahan


Pernikahan bahagia tentu menjadi keinginan setiap pasangan suami isteri. Sebenarnya itu juga kerinduan Tuhan bagi setiap anak-anak-Nya, bahkan Dia telah memberikan prinsip-prinsipnya untuk meraih hal tersebut. Jika kita mau taat mengikuti apa yang Tuhan tuliskan dalam Firman-Nya, pernikahan yang bahagia itu akan menjadi milik kita.
Di bawah ini adalah sepuluh prinsip dan hukum yang akan menunjukkan jalan untuk melalui pernikahan yang bahagia. Anda akan mengerti makna pernikahan bahagia melalui hal ini:

1. Jangan membawa-bawa kesalahan masa lalu.
"Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. (Lukas 6:37). Ini hukum tabur tuai dalam hal pengampunan.

2. Abaikan seluruh dunia, peduli satu sama lain.
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya (Markus 8:36). Prioritas Anda harus benar dalam menjalani hidup. Adalah salah jika Anda sukses di bidang lain sementara hal yang mendasar yaitu keluarga Anda, sedang Anda pertaruhkan.

3. Jangan tidur dengan pertentangan yang belum selesai.
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu (Efesus 4:26). Pemberesan suatu pertentangan membuat jiwa Anda sehat dan tidak ada tembok pemisah yang merusak komunikasi dengan pasangan.

4. Katakan pujian paling tidak sekali sehari pada pasangan Anda.
Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati. (Amsal 15:4). Jikalau Anda berbahagia saat dipuji serta dihargai orang lain, demikian juga dengan pasangan Anda saat Anda puji.

5. Jangan temui pasangan tanpa perasaan kasih sayang.
Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur (Kidung Agung 1:2). Penampilan dan sikap tidak bahagia tidak akan membawa keuntungan apapun, pilihlah sikap positif, maka semua keadaan akan menjadi lebih baik.

6. Bersukacita dalam kaya atau miskin karena Tuhan menyatukan Anda.
Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian (Amsal 15:7). Tuhan tidak pernah berkehendak Anda hidup dalam penderitaan ketika Dia mengijinkan Anda dan pasangan Anda disatukan dalam pernikahan. Namun jika keadaan buruk menimpa, bertahanlah, karena masalah apapun akan selalu berakhir dan diselesaikan.

7. Jika harus memilih antara keinginan anda atau pilihan yang baik dari pasangan anda, pilihlah pendapat pasangan anda.
Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya (Amsal 3:27). Ada kemenangan dari suatu tindakan mengalah. Ada tuaian setelah Anda selesai menabur, tunggulah waktunya dan selalulah menabur hal baik.

8. Selama masih bernafas, pasangan Anda mungkin akan menyakiti Anda, belajarlah untuk mengampuni.
Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia. (Lukas 17:3-4). Anda kenal betul jika Tuhan adalah pengampun, maka pilihlah sikap untuk mampu mengampuni sesama jika terjadi kesalahan.

9. Jangan gunakan firman Tuhan, iman bahkan nama Tuhan sebagai palu penghancur.
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. (Yohanes 3:17). Jangan pernah mengatasnamakan Tuhan untuk menghancurkan hidup pasangan dan sesama Anda. Jika Tuhan saja mengasihi orang berdosa, siapakah Anda jika Anda menghakimi pasangan dan sesama Anda.

10. Jadikan kasih sebagai panduan.
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain (1 Korintus 13:4-5). Dalam kasih tersimpan segala yang disebut kebaikan.

(TYM)

Goal Setting, Sudahkah Kita Hidup Sesuai Visi Allah?


Awal tahun adalah saat yang tetap untuk kita menelusuri kembali perjalanan hidup kita selama setahun lalu dan merencanakan apa yang akan kita lakukan di tahun ini. Baik untuk keluarga kita, bisnis kita, kegiatan sosial kita dan lain sebagainya: Apa cita-cita kita? Apa yang ingin kita capai? Apa yang ingin kita lakukan?

Hukum 20-80
Hukum 20-80 ini biasa juga disebut hukum Pareto. Dalam hidup ini ternyata hanya 20% dari seluruh aktifitas kita yang ternyata menyumbangkan 80% bagi kehidupan kita. Bagi seorang Agnes Monica, ternyata dari seluruh kemampuan yang dia bisa, kemampuannya di bidang tarik suara dan acting menyumbang 80% dari kehidupannya. Bagi seorang Rudi Hartono, ternyata 20% dari seluruh kemampuannya, yaitu Badminton menyumbangkan 80% kesuksesan dalam hidupnya.

Prioritas! Itulah yang dimaksudkan. Kita memiliki banyak kegiatan, kita juga memiliki banyak kemampuan, namun sulit bagi kita untuk dapat melakukan hal itu semua, atau sulit bagi kita untuk mempertajam semua kemampuan kita secara bersamaan. Kita perlu menentukan skala prioritas, apa 20% kegiatan dan kemampuan kita yang paling menonjol dan mampu menyumbangkan 80% keberhasilan dalam hidup
kita? Fokuslah pada 20% itu.

Waktu
Dalam hidup ini ada empat hal yang tidak bisa kembali; kata yang telah diucapkan, panah yang telah dilepaskan, masa lalu, dan kesempatan yang disia-siakan. Kekayaan yang disia-siakan, kadang-kadang bisa diperoleh kembali. Kesehatan yang disia-siakan, jarang bisa diperoleh kembali. Tetapi waktu yang disia-siakan, tidak pernah diperoleh kembali.

Waktu yang dapat kita gunakan sangat terbatas karena banyak hal yang tidak dapat kita kontrol. Tapi sayangnya, sering kali kita menghabiskan waktu kita, seperti kita masih punya banyak sekali persediaan waktu. Pertanyaan bagi kita bukanlah apakah kita sibuk? atau sejauh mana kita sibuk? Tetapi apakah kita sibuk melakukan pekerjaan dengan tepat?

Empat unsur penting untuk mengevaluasi hidup kita selama ini:
1. Arah
2. Prioritas
3. Mulai dari Akhir
4. Finishing Well, mengakhiri hidup dengan baik

Pertanyaannya adalah:
Apakah selama ini hidup kita tidak bertujuan?
Apakah selama ini hidup kita tanpa arah yang jelas dan pasti?
Apakah selama ini hidup kita sekadar mengalir?
Apa kehendak Tuhan terhadap hidup kita?
Apakah hidup kita sudah kita mulai dari akhir, artinya apakah hidup kita sudah kita mulai dari tujuan akhir hidup kita, sebelum kita mati?
Kita tidak dapat mundur dan mengulangi lagi awal kehidupan kita, tetapi kita dapat mulai dari sekarang dan membuat sebuah akhir yang baru.

VISI
Apa visi hidup kita? Ada 2 jenis Visi, yaitu Visi dari Allah dan Visi ambisi manusia. Pikirkanlah dan
pergumulkanlah APA VISI ALLAH TERHADAP HIDUPKU?

Visi adalah melihat sebuah gambaran tentang apa yang akan terjadi di masa datang. Visi mengekspresikan nilai dan standar tertinggi kita, visi juga membuat kita spesial dan berbeda dari orang lain. Visi sangat membantu kita memaparkan tahun-tahun ke depan dan membuat kita tetap fokus. Selain itu visi juga membuat energi kita terfokus.

Visi memang bukan segalanya, namun visi adalah awal segalanya. Jika tidak ada visi maka rakyat binasa, visi adalah masa sekarang dan masa akan datang.

Proses memiliki Visi, pertama kita perlu proses eksplorasi dan kreasi, kedua kita perlu sadar bahwa ini merupakan proses intuitif dan emosional dan seringkali tidak sesuai dengan logika. Di atas itu semua visi harus kita minta pada Tuhan, apa yang menjadi keinginanNya atas hidup kita.

Dalam praktik sehari-hari visi tidak selalu datang terang benderang, seringkali visi dari Tuhan datang sebagai proses kristalisasi dari berbagai tantangan hidup yang pada waktunya menjadi berlian indah yang bernilai tinggi bagi kita dan sesama.

Proses penggalian dan kreasi dalam memiliki visi adalah:
1. Lihat ke dalam diri, apa yang kita rasakan?
2. Lihat ke belakang, apa yang sudah kita pelajari?
3. Lihat ke sekeliling, apa yang terjadi pada orang lain dan sekitar?
4. Lihat ke depan, apa gambaran utuhnya?
5. Lihat ke atas, apa yang Tuhan harapkan dari kita?
6. Lihat ke samping, apa sumber daya yang kita miliki?

MISI
Visi saja tidak cukup, harus ada komitmen untuk BERTINDAK mencapai visi yang disebut dengan MISI. Pertanyaannya adalah, apa misiku? Akan ada pilihan tindakan yang tak terbatas untuk menentukan misi kita, pilih satu yang dapat memberikan hasil maksimal untuk merealisasikan visi.

Asumsi yang sering kali salah tentang misi adalah misi adalah my to do list, atau misi saya harus penuh dengan penderitaan, atau misi saya harus mirip dengan orang seusia saya.

GOAL
Misi saja tidak cukup harus ada satu set langkah-langkah yang khusus dan diukur untuk mencapai misi. Langkah-langkah itu disebut goal. Goal merancang program untuk mencapai misi dan merealisasikan visi yang sudah kita tetapkan. Kita mempunyai satu visi dan satu misi namun banyak goal dan banyak kegiatan yang berdasarkan goal.

Kehidupan kita harus seimbang dan utuh, maka gol yang kita tetapkan haruslah meliputi seluruh aspek kehidupan; karier, keuangan, keluarga, pendidikan, kesehatan, rohani, minat pribadi, pelayanan. Dan agar gol tersebut dapat kita capai haruslah memenuhi kriteria SMART:
1. Specific (khusus dan jelas)
2. Measurable (dapat diukur)
3. Attainable (dapat dicapai)
4. Realistic (realistis)
5. Time Bound (target waktu)

Pentingnya menetapkan GOAL:
1. Dapat mengurangi stress.
2. Jika kita melangkah diarah yang benar, tiap langkah—betapapun kecilnya—akan membuat kita dekat ke tujuan.
3. Seorang dgn sebuah goal/tujuan akan berjalan seratus kilometer di satu jalan. Tapi seorang tanpa goal/tujuan akan berjalan satu kilometer di seratus jalan.
4. Seorang yang berorientasi pd goal/tujuan selalu berambisi untuk mencapai tujuannya melebihi Status, Kekuasaan & Uang.
5. Penetapan Goal menolong kita untuk tetap FOKUS.
6. Penetapan Goal menolong kita untuk menyederhanakan dalam mengambil keputusan.

Prinsip-prinsip penting dalam mencapai GOAL
1. Belajar berkata TIDAK pada sebuah kesempatan dan berkata YA kepada GOAL.
2. Goal-goal kita harus bersumber dari kerinduan yang dalam dan keinginan yang besar.
3. Teguh terhadap goal-goal kita & fleksibel terhadap metode kita (aktivitas)
4. Goal-goal kita harus ditulis.
5. Kenali hambatan-hambatan dalam mencapai goal-goal kita.
6. Kenali apa dan siapa yang dapat membantu mencapai goal-goal kita.
7. Visualisasikan goal-goal kita.
8. Jangan pernah menyerah untuk mencapai Goal-goal kita.
9. Bila memang perlu dapat direvisi.
10. Selalu positive thinking.
11. Untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama manusia, siapapun dan apapun dia.

Greg Werner seorang Strength & Conditioning Coach mengatakan “Buatlah suatu kemajuan, maka kita akan senang. Buatlah kemajuan dari hari ke hari, minggu ke minggu, dan kita akan menjadi seorang juara.”

Dan Nabi Yesaya mengatakan, “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

Akhirnya, apakah visi kita? Apakah misi kita? Apakah goal-goal kita? Selamat memulai hidup baru dengan visi, misi dan goal yang jelas. Tuhan beserta kita.
------------------------------------------------------------------------------------------------
(http://www.terangdunia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1314:goal-setting-sudahkah-kita-hidup-sesuai-visi-allah&catid=38:motivasi&Itemid=67)

Banyak Uang Tidak Berarti Bahagia


Kebanyakan orang biasanya beranggapan bila banyak uang pasti akan bahagia. Namun nyatanya, banyak uang tak selalu mendatangkan kebahagiaan. Sebuah penelitian menemukan bahwa kebahagiaan orang tidak selalu meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan mereka.

Peneliti menguji kaitan antara pertumbuhan ekonomi dan kebahagiaan di 37 negara selama minimal 10 tahun dan dengan rata-rata responden berusia 22 tahun. Negara-negara itu termasuk negara kaya dan miskin.

“Baru-baru ini diklaim bahwa ada hubungan positif antara kebahagiaan dan pendapatan, namun ternyata, tidak ada hubungannya,” ujar penulis penelitian Richard Easterlin, profesor ekonomi di University of Southern Callifornia dalam rilis berita USC seperti dilansir HealthDay News, Rabu (15/12).

Easterlin mencontohkan di negara Cile, Cina, dan Korea Selatan. Pendapatan per kapita di negara-negara itu berlipat ganda dalam 20 tahun terakhir ini, tapi survey menunjukkan kepuasan hidup di negara-negara itu sedikit menurun.

“Jika pertumbuhan ekonomi bukan hal utama untuk kebahagiaan yang lebih besar, lalu apa? Kita mungkin perlu memfokuskan kebijakan lebih tepat pada kepentingan pribadi yang mendesak seperti kesehatan dan kehidupan keluarga, dari pada materi,” kata Easterlin.

Hasil penelitian ini mengingatkan pada kisah orang kaya yang bodoh di Lukas 12:13-21. Orang yang kaya raya ini berlimpah harta dan terus menumpuk kekayaannya sambil berkata pada dirinya sendiri, "Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!"

Apakah orang kaya itu bahagia? Adalah suatu kebodohan jika dalam kehidupan ini kita hanya memikirkan kekayaan duniawi dan melupakan kekayaan rohani atau jiwa yang nilainya jauh lebih berharga, kata Yesus.

Kekayaan duniawi ini dapat hilang atau akan rusak dan setiap manusia akan mati tanpa membawa harta bendanya menghadap Pencipta. Menjadi kaya bukanlah salah atau dosa, namun bodohlah kita jika hanya dalam dunia ini saja kita kaya, tetapi tidak kaya di hadapan Allah.

Kebahagiaan yang sejati adalah ketika hidup kita berkenan di hadapan Allah. Pengamsal mengatakan, siapa berpegang pada pengertian, mendapat kebahagiaan. Orang-orang yang tak bercela akan mewarisi kebahagiaan.
-----------------------------------------------
(http://www.terangdunia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1207:banyak-uang-tidak-berarti-bahagia&catid=38:motivasi&Itemid=67)

Friday, April 8, 2011

Cinta Sejati Seorang Ibu


"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi perempuan yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang kearah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!

Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak perempuan itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak perempuannya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak itu terisak-isak berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh."

Anak perempuan itu tumbuh dewasa. Ia cukup cantik dengan cacatnya. Iapun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan,"Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.

Suatu hari ayah anak perempuan itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian, orangtua anak perempuan itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.

Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anaknya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata sang ayah.

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang wanita baru pun lahirlah.Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang musisi terkenal. Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku.

Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan wanita itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah... bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.

"Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?" Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati.

Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Tak jarang dalam kehidupan ini, kita selalu menggunakan mata fisik kita untuk membawa kita pada standar penilaian yang keliru. Kadang kita menilai sesama kita berdasarkan apa yang dapat kita lihat darinya, entah itu mengenai keadaan fisiknya, harta dan kedudukannya, atau tindakannya yang selalu nampak dihadapan kita kita. Tanpa berpikir panjang kita sering kali mengklaim seseorang itu baik atau sempurna bahkan memperlakukan mereka secara istimewa jika kita melihat wajahnya yang cantik atau tampan, hartanya yang melimpah ruah, kedudukannya yang tinggi, atau tindakannya yang kelihatannya selalu nampak baik di hadapan kita. Dan sebaliknya, sering kali image buruk kita capkan kepada mereka yang mungkin jika dipandang secara fisik terdapat kekurangan pada dirinya, atau mungkin jika dipandang dari segi materi..hidup mereka pas2an atau bahkan mungkin berkekurangan. Dalam kitab YAk.2:1-13, telah dijelaskan kepada kita bahwa betapa TUHAN tidak menyukai apabila kita memandang muka (menilai berdasarkan apa yang dapat kita lihat) ketika kita ingin berbuat baik kepada orang lain.Karena ketika kita melakukan hal itu, maka sama saja kita telah membuat pembedaan di dalam hati kita dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat (Yak.2:4). Bahkan tak jarang kita juga menganggap rendah diri kita sendiri karena kekurangan kita, terkadang kita minder atau menganggap kita tidak pantas berteman dengan orang lain yang kita anggap lebih dari kita. Padahal tanpa kita sadari, betapa indahnya kita di mata TUHAN yang adalah Pencipta kita. IA menjadikan kita sesuai dan seturut dengan gambaranNYA. Kita berharga bagiNYA. Segala yang dapat dipandang oleh mata tidak dapat menjadi tolak ukur untuk menilai diri kita ataupun orang lain. Dalami hatimu, kenali apa yang ada dalam dirimu, ada harta karun yang luar biasa yang TUHAN tempatkan dalam hati kita yang harus kita temukan dan biarkan cahaya kemilaunya memancar keluar dan memberikan keindahan yang tiada taranya dan biarkan orang lain juga merasakan indahnya harta yang kita miliki itu. Apakah sebenarnya yang menjadi harta indah itu???? Itulah "KASIH". Itulah harta yang paling berharga dan keindahan di atas segala keindahan dan itu semua ada di dalam hati kita. Oleh karena itu, jangan pernah merasa berkekurangan, sebab kita hidup berkelimpahan dalam KASIH KRISTUS yang tinggal di dalam hati kita. Jgn pernah merasa tak berharga sebab kita sungguh berharga bagi TUHAN, kau dan adalah anak2NYA yang spesial dan luar biasa. (PPPK)