My Page Views

Thursday, January 13, 2011

Roh Kudus, Penuntun Kita


Yohanes 16:12-15

Di dalam dunia ini, semua anak-anak Tuhan berada dalam suatu perjalanan. Dan sementara kita menjalani hidup menuju rumah kita yang kekal, setiap kita akan menghadapi berbagai pilihan. Jalan yang bercabang dan persimpangan tak bertanda akan menantang dan membuat kita frustasi. Dalam situasi yang demikian, bagaimana kita dapat mengetahui kemana kita harus melangkah?

Yesus berjanji untuk memberi Penuntun yang senantiasa hadir dan ada di dalam kita. Dimulai saat menerima keselamatan, setiap orang yang percaya kepada sang Juruselamat didiami oleh Roh Kudus, yang berjanji untuk menuntun orang percaya kepada segala kebenaran. Seperti kompas yang tertanam di dalam kita, Ia akan menuntun kita tepat ke jalan yang benar, apapun pilihannya. Ia tidak pernah melakukan kesalahan.

Lalu Anda mungkin berpikir, Bila Ia hidup di dalamku dan tidak pernah membuat pilihan yang salah, lalu kenapa hidup saya selalu kacau? Tuntunan-Nya senantiasa benar, namun kita tidak selalu menerimanya dengan jelas. Berserah kepada Tuhan adalah persyaratan utama untuk menerima tuntunan-Nya. Kita tidak dapat mentolerir dosa dan melakukan satu aspek sesuai keinginan kita dan kemudian mengharapkan tuntunan-Nya untuk aspek yang lain.

Apa yang dilakukan dosa kepada pemahaman kita terhadap tuntunan Tuhan sama dengan yang dilakukan magnet kepada jarum kompas. Jika magnet ditempatkan di sebelah kompas, maka jarumnya akan menunjukan ke berbagai arah. Dengan cara yang sama, dosa menyesatkan arah kita.

Ketika suatu keputusan tidak jelas, tanyakanlah kepada diri Anda: Apakah Kristus akan dipermuliakan dengan pilihan ini? Dapatkah saya melakukannya di dalam nama Yesus? Jika jawabannya tidak, maka jangan ikuti jalan itu, sebab Roh Kudus tidak menuntun Anda kesana. Tuntunan-Nya senantiasa selaras dengan Firman Tuhan dan membawa kemuliaan kepada Tuhan.
-------------------------------------
By. Sentuhan Hati (13/01/11)

Wednesday, January 12, 2011

Kuasa Roh Kudus


Galatia 5:22-26

Roh Kudus sangat vital bagi kehidupan orang Kristen. Bacalah tentang buah Roh dalam bacaan kita hari ini dan tanyakan, Dapatkah saya menjadi orang yang baik dengan kekuatan saya sendiri? Kita memerlukan campur tangan Tuhan untuk dapat hidup seperti yang Tuhan harapkan. Itulah mengapa Ia memberikan kepada setiap orang percaya, seorang Penolong, yang tugasnya ialah untuk menghasilkan karakter seperti Kristus.

Bapa surgawi tahu bahwa anak-anak-Nya membutuhkan pertolongan untuk dapat tunduk pada perintah-Nya. Bahkan pengikut Yesus Kristus yang paling setia pun, tidak mampu untuk taat dengan kekuatannya sendiri – contohnya, Petrus yang berjanji untuk setia sampai mati, malah menyangkal bahwa ia mengenal Kristus (Mat 26:69-75).

Sebelum naik ke surga, Yesus memerintahkan para murid-Nya untuk menghentikan pelayanannya hingga Roh Kudus turun (Luk 24:49). Hanya dengan pertolongan Roh Kudus saja maka Petrus si pengecut berubah menjadi Petrus sang batu karang dan memberitakan khotbah menantang yang akhirnya membuat banyak orang bertobat (Kis 2).

Roh Kudus masuk ke dalam kehidupan orang percaya pada saat ia menerima keselamatan dan segera berkarya untuk menghasilkan buah roh. Inilah ekspresi yang terlihat dari hati yang telah diubahkan. Saat kita berserah kepada tangan Tuhan yang memeliharakan, tindakan dan sikap kita menjadi lebih penuh kasih, penuh sukacita, lebih ramah, lebih lembut, ... Ia menuai suatu tuaian pelayanan dari kehidupan kita – perbuatan baik yang tumbuh dari iman kita sendiri dan meperluas kerajaan-Nya.

Mengijzinkan Roh Kudus untuk menghasilkan karakter seperti Kristus bukanlah suatu tindakan pasif. Bagian kita adalah merenungkan Alkitab sehingga kita dapat mengenali sifat-sifat yang benar. Kemudian, kita harus membuat keputusan yang bijaksana setiap hari, bukan untuk memuaskan keinginan daging kita, melainkan mengizinkan Roh Kudus untuk membangun kesalehan di dalam kehidupan kita.
------------------------------------------------
By. Sentuhan Hati (12/01/2011)

Tuesday, January 11, 2011

Alasan Bagi Keyakinan Diri


Filipi 4:5

Sikap negatif akan berpengaruh pada diri kita, baik rohani maupun fisik. Bahkan, melewatkan waktu bersama orang yang pesimis bisa membawa dampak buruk kepada kita. sebaliknya, sikap positif – khususnya dengan keyakinan di dalam Tuhan – dapat memampukan kita untuk hidup sepenuhnya seturut dengan maksud Tuhan.

Menjalani hari demi hari dengan mengetahui bahwa kekuatan kita berasal dari Yesus akan mengusir keraguan dan kekuatiran. Akan tetapi, banyak hal dengan pandangan yang nampaknya baik dapat mengusik keyakinan itu. Sebagai contoh, kita sering membiarkan nasihat yang salah dan sikap yang negatif untuk melemahkan kita. Dosa pun akan mencegah kita menemukan keyakinan yang penuh di dalam Tuhan. Dan terkadang rasa bersalah yang menyesatkan perlahan-lahan masuk ke dalam pikiran kita dan mencuri jaminan akan kekuatan di dalam Yesus.

Sebaliknya, kita dapat membangun keyakinan di dalam Tuhan yang berkuasa dengan cara mendewasakan iman kita. Merenungkan Firman Tuhan, mendekat kepada Tuhan di dalam doa, dan memilih untuk mempercayai-Nya adalah cara-cara untuk menguatkan hubungan kita dengan-Nya. Semakin dalam hubungan kita dengan Bapa, semakin tidak tergoyahkanlah keyakinan kita kepada-Nya.

Sebagai orang Kristen, kita memiliki semua alasan untuk hidup dengan jaminan yang Tuhan berikan – kita memiliki hadirat Tuhan yang tinggal di dalam kita (Fil 4:5). Selain itu, kita pun memiliki damai sejahtera-Nya (ayat 7), kuasa-Nya (ay.13) dan pemeliharaan-Nya (ay.19).

Dunia kita ini penuh dengan ketidakpercayaan, ketakutan dan ketidakpastian. Jangan biarkan diri Anda mendengarkan pesan-pesan yang negatif, yang dapat membuat Anda kehilangan keyakinan yang Tuhan berikan kepada anak-anak-Nya. Sebaliknya, berfokuslah pada kebenaran di dalam Firman Tuhan dan kemuliaan dan kemenangan Yesus. Inzikan kasih-Nya yang sempurna mengusir ketakutan Anda (I Yoh. 4:18).
--------------------------------------------------------------
By. Sentuhan Hati (11/01/11)

Monday, January 10, 2011

Keyakinan Yang Memampukan

Filipi 4:10-13

Dunia kita ini sangat memproklamirkan pentingnya keyakinan pada diri sendiri. Tentu saja kita diajarkan bahwa pribadi yang menghargai dirinya sendiri akan mencapai banyak kesuksesan. Namun Alkitab mengajarkan bahwa keyakinan sejati berasal,bukan dari diri sendiri, namun dari identitas kita di dalam Kristus.

Dalam Firman Tuhan, kita belajar bahwa Paulus mengalami sendiri jaminan kepastian ini. Ia menyatakan kepastiannya menyangkut pesan dan pelayanan yang Tuhan berikan kepadanya (Gal 1:15-17; Rom 1:16). Rasul ini pun yakin akan keselamatan kekal di dalam Yesus (Roma 8:37-39). Selain itu, bacaan kita hari ini menunjukkan bahwa Paulus berdiri teguh di atas keyakinannya bahwa ia dapat melakukan apapun juga di dalam Allah sebab Yesus hidup melalui dia.

Roh Kudus menjadi dasar keyakinan kita – dan bukan pemikiran positif, situasi yang baik, atapun karena kita merasa diri kita sanggup. Bahkan sekalipun berada di tengah-tengah kesulitan, kita dapat hidup dengan penuh keberanian sebab Roh Allah yang hidup tinggal di dalam kita dan memampukan kita untuk mengikut Dia.

Tentu saja, ada peran yang kita harus jalankan. Roh Kudus menuntun dan memberi kekuatan kepada kita, namun kita memiliki tanggung jawab untuk mendengar, taat dan dengan tekun mengikuti tuntunan-Nya setiap hari. Kita dapat memiliki kepastian di dalam dunia yang tidak stabil ini sebab Allah yang berkuasa telah menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan untuk hidup berkemenangan.

Apakah Anda sedang menghadapi situasi yang membuat Anda merasa tidak mampu atau tidak yakin? Bacalah Alkitab dan carilah gambaran karakter-Nya. Sadarilah bahwa Allah yang berkuasa dan berdaulat ini – Yang Awal dan Yang Akhir hidup di dalam Anda. Temukan keyakinan Anda di dalam pribadi yang adalah Pencipta, Penebus dan Sahabat Anda.

-------------------------------------------------------------------------
By. Sentuhan Hati (10/01/11)

Friday, November 12, 2010

BERSYUKURLAH

Jika anda tinggal di rumah yang baik, memiliki cukup makanan dan dapat membaca …anda adalah bagian dari kelompok terpilih.

Jika anda bangun pagi ini dan merasa sehat ..anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak akan dapat bertahan hidup minggu ini.

Jika anda tidak pernah merasakan bahaya perang, kesepian karena dipenjara,kesakitan karena penyiksanaan, atau kelaparan ..anda berada selangkah lebih maju dibandingkan 500 juta orang di dunia.
Jika anda dapat menghadiri pertemuan politik atau keagamaan tanpa Merasa takut akan dilecehkan, ditangkap, disiksa, atau mati ..anda beruntung, karena lebih dari 3 milyar orang di dunia tidak dapat melakukannya.

Jika anda memiliki makanan di lemari pendingin, baju-baju di lemari pakaian, dan memiliki atap yang menaungi tempat anda beristirahat ..anda lebih kaya dari 75% penduduk di dunia ini.

Jika anda memiliki uang di bank, di dompet, dan mampu membelanjakan sebagian uang untuk menikmati hidangan di restoran ..anda merupakan anggota dari 8% kelompok orang-orang kaya di dunia.

Jika orang tua anda masih hidup & menikmati kebahagiaan kehidupan pernikahan mereka …maka anda termasuk salah satu dari kelompok orang yang dikategorikanlangka.

Jika anda mampu menegakkan kepala dengan senyuman dibibir dan merasa benar-benar bahagia …anda memiliki keistimewaan tersendiri, karena sebagian besar orang tidak memperoleh kenikmatan tersebut.

Jika anda dapat membaca pesan ini……anda baru saja menerima karunia ganda, karena seseorang memikirkan anda, dan anda jauh lebih beruntung dibandingkan lebih dari 1 milyar orang yang tidak dapat membaca sama sekali Semoga anda menikmati hari yang indah ini.

Hitunglah karunia keberuntungan anda, dan sampaikan hal ini kepada orang lain untuk mengingatkan bahwa sebenarnya, kita adalah orang-orang yang sangat beruntung.

Dengan bersyukur, anda akan lebih menikmati hidup yang hanya sebentar ini.
=================
Dikutip dari Kumpulan Renungan Harian

Wednesday, November 10, 2010

Kuasa Ketekunan

Filipi 3:10-14

Setiap orang ingin sukses. Tetapi menginginkannya saja, tidak akan menjamin kita meraih kesuksesan itu. Itulah mengapa banyak orang gagal mencapai tujuan mereka; mereka menemui kesulitan dan mereka menyerah. Mari kita bahas satu karakteristik yang diperlukan untuk mencapai apa yang telah Anda rancangkan.

Ketekunan merupakan kombinasi antara keinginan yang kuat dengan kemauan untuk bertindak – ketekunan merupakan suatu daya untuk tetap berada di jalur sekalipun menghadapi kesulitan dan menolak untuk berhenti. Paulus meneladankan sikap ini. Ia sangat bernafsu untuk memberitakan Injil, baik kepada orang Yahudi maupun bukan Yahudi di seluruh dunia. Kisah Para Rasul 20:24 mencatat tujuannya, ” ... asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah”. Sekalipun ia menghadapi berbagai macam rintangan yang luar biasa berat seperti kapal karam, penjara, hukuman cambuk dan terus-menerus berada dalam bahaya, sang rasul ini tidak pernah berhenti (II Korintus 11:23-28).

Apa yang memotivasi Paulus untuk bertekun sekalipun di tengah-tengah pergumulan? Pertama, Ia memiliki tujuan jelas yang Tuhan telah berikan kepadanya dan percaya bahwa Tuhan akan memampukan dia untuk menyelesaikannya. Kedua, sang rasul merasa berhutang untuk membagikan kebenaran tentang keselamatan yang mengubahkan hidup. Ketiga, ia tahu kehancuran yang menanti mereka yang tidak mengenal Yesus.

Paulus mengarahkan pandangannya kepada tujuannya. Ia bertekad bahwa situasi apapun tidak akan dapat menghalanginya. Dan akhirnya, ia menyelesaikan apa yang ditetapkan Tuhan baginya.

Bapa memiliki tujuan yang luar biasa bagi setiap kita. Berjuang dengan tekun akan membuat kita hidup seturut dengan kehendak-Nya dan menyelesaikan apa yang Tuhan rancangkan dalam hidup kita. Begitu petunjuk dari-Nya jelas, kita harus dengan semangat mengejar tujuan Tuhan dengan kekuatan dan tuntunan Roh Kudus khususnya ketika tantangan menghadang. Jangan menyerah!

Sumber : http://www.sentuhanhati.com

Tuesday, November 9, 2010

Melepaskan Kebencian

Banyak orang tidak menyadari harga yang harus dibayar saat ia menyimpan kepahitan. Mereka merasa memiliki hak untuk menyimpan rasa dendam itu. Memendam amarah adalah reaksi yang dapat dipahami saat seseorang merasakan pahitnya hidup. Akan tetapi kebencian akan berpengaruh negatif dalam hubungan kita dengan orang lain, kesehatan kita dan persekutuan kita dengan Tuhan. Tidak heran bila Alkitab mengajarkan kita untuk secepatnya menyelesaikan emosi yang berpotensi merusak ini.

Efesus 4:26-27 memberikan tiga peringatan. Pertama, ”Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa”. Dengan kata lain, jangan sampai kita murka dan menyimpan kebencian terhadap orang lain. Kedua, ”Janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu”. Tuhan tidak menginginkan kita untuk pergi tidur di malam hari tanpa menyelesaikan perselisihan yang kita alami hari itu. Dan yang terakhir, ”Janganlah beri kesempatan kepada Iblis”. Tragisnya, seringkali kita marah kepada orang lain karena kita salah paham terhadap perkataan ataupun motivasi orang itu.

Bila kita memelihara kepahitan, itu akan menimbulkan kehancuran dalam kehidupan kita dan menyakiti o,ang-orang di sekeliling kita. Amarah akan merusak hubungan kita dengan Tuhan dan mencuri damai sejahtera dari hati kita. Amarah pun akan menghancurkan hubungan kita dengan orang lain dan membawa pada isolasi emosional, rasa frustasi dan kegelisahan. Bila dibiarkan, rasa dendam ini dapat membuat kita mengalami keletihan kronis dan depresi.

Oleh karena amarah ini merupakan sesuatu yang merusak, maka amarah hanya akan mendukakan hati Tuhan. Permusuhan tidak sesuai dengan identitas kita sebagai anak-anak Tuhan. Hal itu hanya menghalangi karya Tuhan. Mereka yang menyimpan dendam seringkali tidak mau mendengarkan suara Tuhan. Bapa tidak akan mencurahkan berkat-Nya yang melimpah atas orang yang marah.

Karena itu, saya mendorong Anda untuk merenungkan tentang betapa emosi yang sangat kuat ini dapat mempengaruhi hubungan Anda di minggu-minggu mendatang. Bila Anda sedang menyimpan kepahitan atau memiliki beban karena ada konflik yang belum terselesaikan, berdoalah dengan sungguh-sungguh meminta kekuatan untuk dapat mengampuni. Bila Anda bersedia melepaskan kebencian itu, maka Anda akan mengalami pemulihan. Pengampunan akan menyelamatkan pekerjaan Anda, pernikahan Anda ataupun hubungan penting lainnya. Satu hal yang pasti: Menghilangkan amarah dari hati Anda akan menghindarkan Anda dari kehancuran diri Anda sendiri.
Mengapa tidak mencobanya hari ini juga?

Sumber : http://www.sentuhanhati.com/article-pertama.asp